KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

Post Top Ad

21 August 2017

Warga Desa Bunuraya “Gruduk” Kantor BNN Tanah Karo

07:03 0

Riong Medan - “Sudah gak betul lagi hukum di negara ini, masakan pengedar sabu-sabu mau direhap. Siapa pun tau kalau Albert Jonri Ginting dan Firdaus Sinuraya sudah lama menjadi pengedar sabu di desa Bunuraya,” ungkap masyarakat yang tidak senang ketika mendengar kabar kalau kedua tersangka kasus sabu itu hanya akan menjalani rehablitasi.

Masyarakat desa Bunuraya sendiri berharap kedua pengedar sabu yang sudah meresahkan warga setempat harus dihukum berat. Namun nyatanya apa yang diharapkan warga itu malah sebaliknya yang terjadi, keduanya hanya akan menjalani rehap. Spontan saja warga marah ketika mendengar kabar itu.

Sebagai menunjukkan rasa ketidak puasan tersebut Kepala Desa Bunuraya Kecamatan Tigapanah Radi Sinuraya dan perangkatnya serta Pendeta GBKP Bunuraya, Alfenius Surbakti, Senin (7/8) pagi melakukan aksi dengan “menggeruduk” kantor BNN Kabupaten Karo.

Dalam kesempatan itu, Kades yang juga didampingi beberapa orang warganya menuntut keseriusan pihak aparat terutama BNN agar dalam memberantas peredaran narkoba yang kian marak di Tanah Karo, khususnya di desa Bunuraya. Disamping memerangi narkoba, BNN Karo juga diminta menindak tegas dua warga desa mereka yang alih profesi jadi pengedar sabu-sabu sesuai hukum yang berlaku.

Albert Jonri Ginting dan Firdaus Sinuraya adalah Dua nama yang sudah lama membuat warga desa Bunuraya resah. Kermain sabu-sabu, namun keduanya tidak pernah tersentuh hukum baik oleh pihak Kepolisian maupun BNN. Kedua pelaku baru berhasil ditangkap personel BNN Karo pada Kamis (20/7) malam lalu. Albert dan Firdaus dibekuk dari lokasi berbeda dengan barang bukti 0,44 gram sabu.

Namun dibalik penangkapan itu masih meninggalkan keresahan warga akan keseriusan BNN Karo dalam melakukan penindakan. Apalagi beberapa waktu lalu, Kades dan warganya mendapat info bahwa kedua pelaku akan bebas dengan dalih menjalani rehabilitasi.

“Hal ini yang membuat kami makin resah, masakan pengedar sabu mau direhap, kan sudah nggak betul lagi hukum di negara ini,” ungkap Radi berapi api. Padahal sambungnya, kedua pelaku sudah lama mengedarkan sabu di desa Bunuraya.

Radi dan warga makin gerah karena kedua pelaku disebut-sebut akan menjalani rehap setelah di duga menyetor uang sebanyak Rp 40 juta. “Hal ini yang mau kami tanyakan saat ini, jangan sampai kedua pelaku ini direhap, karena mereka bukan pemakai tapi pengedar. Kami minta keduanya dihukum berat sesuai hukum yang berlaku untuk memberikan efek jera,” pinta warga dihadapan Kepala BNN Karo LM Sihombing, Kasi Pemberantasan BNN Karo, AKP Jahoman Sitopu serta tim hukum Polres Karo dan Kejari Kabanjahe.

Diakui Radi, saat ini peredaran sabu-sabu sangat marak di Desa Bunuraya, banyak anak muda yang sudah terjerat dan terjerumus. Untuk mengatasi masalah ini, Kades dan warganya mengaku sudah sering melaporkan kondisi tersebut pada polisi, namun tak kunjung ada tindakan. “Kami sudah sering ingin menangkap, tapi kami tak pernah menemukan barang bukti,” kenangnya.

Bahkan untuk mengatasi masalah ini, Radi dan warga sudah membuat Perdes tentang narkoba di desa Bunuraya . “Perdes sudah ada, intinya tak ada ampunan bagi pengedar narkoba. Tanggal 15Juli lalu, saya juga sudah menyuruh semua warga menyerahkan anaknya yang pemakai Narkoba ke kantor Kepala Desa. Rencananya mereka akan direhabilitasi.

Makanya kalau kedua pelaku ini sempat lepas, saya dan warga akan sangat kecewa. Karena itu kami minta keseriusan BNN Karo,” tegas Radi.

Hal senada juga dikatakan Pendeta Alfenius Surbakti. “Peredaran narkoba sudah sangat marak di Desa Bunuraya, bahkan para pelaku ini sering bertransaksi di dekat gereja GBKP yang lokasinya sedikit sepi karena jauh dari pemukiman warga.

Saya sering menangkap basah dan mengusir mereka. Hal ini juga yang saya duga membuat pelaku dendam hingga membakar pintu gereja, beberapa waktu lalu. Jika hal ini terus dibiarkan, para generasi muda akan hancur,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala BNN Karo LM Sihombing menegaskan pihaknya tidak akan merehap kedua pelaku. “Tidak ada rehap bagi kedua pelaku ini. Mereka harus diproses hukum sesuai hukum yang berlaku. Info yang beredar itu tidak benar, kedua pelaku ini adalah pengedar, jadi tidak layak untuk mendapatkan rehap,” tegasnya.

LM Sihombing juga mengapresiasi keberanian dan keseriusan serta kepedulian Kades Bunuraya dan warganya dalam memberantas peredaran narkoba. “Kami akan tetap serius memberantas narkoba di Tanah Karo. Kami berharap kerjasama dari warga, berikan kamu info jika mengetahui atau melihat pengedar narkoba,” pintanya. (im-01)

(inimedan.com)
Read More

Piala Ketua Umum Pemuda Merga Silima pada Super Grass Track Alamtajaya 2017

06:02 0

Riong Medan - Alamta Jaya (20/08) Ketua Umum Pemuda Merga Silima Indonesia bapak MBELIN BRAHMANA Menyerahkan Piala dan Uang Pembinaan Kepada Juara Umum Super Grass track Taman Alamta Jaya 2017 yang telah berlangsung dari tanggal 19-20 Agustus 2017 di sirkuit permanen AlamTa jaya guna memperebutkan Piala Ketua Umum Pemuda Merga Silima.

Pertandingan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara dengan total putaran 24 race. Ribuan penonton tampak sangat antusias melihat pertandingan yang kali perdana diadakan di taman Alamtajaya.

Ketua umum PEMUDA MERGA SILIMA bapak MBELIN BRAHMANA mengatakan bahwasanya lokasinya yang dijadikan sebagai sirkuit permanen dibuat bertujuan agar anak muda tidak lagi melakukan balapan liar dijalanan. Silahkan dipakai sirkuit ini untuk meningkatkan prestasi dalam bidang otomotif. Taman AlamTa jaya juga adalah merupakan daerah rekreasi wisata alam dengan danau buatan dan ragam pertandingan outdoor yang bekerjasama dengan Bupati Deli Serdang dalam peningkatan Sektor Pariwisata lokal di Sumatera Utara ujar beliau.

Dari beberapa peserta tampak juga anggota PMS yang turut serta bertanding untuk memeriahkan acara yang akhir pertandingan Ketua Umum secara khusus memberikan Tali Asih kepada peserta dari Pemuda Merga Silima.

Adapun pemenang yang berkesempatan mendapat hadiah langsung yang diberikan ketua umum PMS ini adalah dengan juara umum kategori  Pemula atas nama Veda Ari dengan nomor start 78 dari team CV Eko Makmur.

Kategori Junior dimenangkan oleh Masyarakat Fahri Farera dengan nomor start 22 dari Team A3D MX Team Labura.

Kategori Senior dimenangkan oleh Robby Nst nomor start 110 dari team CV Fajar Dolpa PDII KKPI Sumut.

Dengan situasi lapangan dan antusias warga, ketua umum panitia Hendra Sucipto Sembiring dan Ketua Panitia Saut Dian Sastro serta kepanitiaan dari IMI Sunut berharap semoga Kejurda Tahun depan dapat dilaksanakan di taman Alamtajaya.(PPWIMedan)

(mawarta.com) 
Read More

Heroisme Kejuangan Dari Desa Juhar Tanah Karo

01:43 0
Tugu Monumen Pejuang Sektor 3 Napindo Halilintar di Bertah Tanah Karo dimana kusuma bangsa ,Pala Bangun gugur dalam pertempuran dengan kolonialis Balanda di kawasan Bertah
Foto 
Arjuna Maha Lau Njuhar 
Men, "berangkat kam ke Tanah Karo kibarkan bendera merah putih, di Medan ini terlalu banyak pertimbangan, banyak debat kusir untuk kibarkan merah putih", perintah Selamat Ginting (Pa Kilap Sumagan) kepada pemuda pejuang Nomen Pinem .

Kedua pemuda pejuang itu mendengar siaran Proklamasi Kemerdekaan itu lewat radio seorang Cina Kuomintang di Losmen Wayiat Jln Asia Medan. Berangkatlah Nomen Pinem ke Tanah Karo untuk mengibarkan bendera merah putih.

Namun ternyata di Berastagi para pejuang sama seperti di Medan, masih penuh pertimbangan, sijabapen (debat kusir), tidak ada perintah pengibaran merah putih dari "komendan", dlsb, pokoknya sijabapen.

Berangkatlah Nomen Pinem ke Desanya Juhar. Disitu diceritakannya apa yg mereka dengar tentang Proklamasi Kemerdekaan RI itu. Singkat cerita rakyat Indonesia dari Desa Juhar Tanah Karo sepakat dengan semangat yg bergelora mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 September 1945 .

Bendera merah putih itu dijahit oleh perempuan srikandi pejuang Desa Juhar, warna merah bendera itu diambil dari celana seorang petani bermarga Sinuraya warga Desa Juhar itu Upacara pengibaran bendera merah putih di Desa Juhar pada September 1945 itu dipimpin oleh Budan Pinem mantan pelatih tentara pejuang di Tembung .

Boleh jadi pengibaran bendera Merah Putih di Indonesia , setelah di Pegangsaan di Jakarta itu selanjutnya di Desa Juhar Tanah Karo Sumatera Utara. (Kisah ini adalah wawancara saya dengan Pejuang Kemerdekaan RI Letnan Nomen Perangin - angin Pinem di ladangnya di Juhar beberapa waktu silam, beliau pejuang yang bergabung dengan pejuang Sektor 3 Napindo Halilintar dengan komandan Selamat Ginting (Pa Kilap Sumagan), nasionalis tulen kelas berat jebolan INS Kayutanam Sumbar).

Penulis : Tarigans VarJonathan
Editor : Willem A Sinuraya
Read More

Post Top Ad