Inilah Graham "Manusia Buatan" Yang Dapat Bertahan Hidup Dalam Kecelakaan Mobil

Graham punya tubuh yang sempurna untuk bertahan hidup dalam kecelakaan mobil (The Transport Accident Commission)

Riong Medan News - Namanya Graham. Menurut penciptanya, ia punya tubuh yang sempurna untuk bertahan hidup dalam kecelakaan mobil.

Kepala Graham tampak kokoh, mirip bongkahan batu besar yang tahan benturan. Tengkoraknya sungguh tebal, mirip helm yang melindungi jaringan lunak di bawahnya.

Wajah makhluk humanoid yang relatif rata itu juga dilindungi lapisan lemak yang mencegah tulang di pipi atau hidung patah.

Kepala menyatu pada torso, membuatnya punya leher. Sementara dadanya yang keriput bisa berfungsi sebagai kantung udara (airbag). Ia memiliki tulang iga yang kuat, yang akan melindunginya dari malapetaka.

Kakinya seperti akar pohon yang lentur, yang bisa melompat menjauh dari situasi bahaya.
Tentu saja, Graham bukanlah manusia. Ia sejatinya adalah patung, karya seni yang dijadikan bagian dari kampanye keselamatan jalan raya Australia.

Graham dibuat menggunakan silikon, fiber glass, resin dan dipadukan dengan rambut manusia. Perlu waktu 6 bulan untuk menciptakannya.

Seniman terkenal, Patricia Piccinini menciptakannya, dengan berkolaborasi dengan dokter bedah trauma terkemuka dan ahli investigasi kecelakaan mobil.

"Saya mendengarkan dengan baik, mencerna hal-hal terkait ilmunya, dan kemudian melakukan pendekatan dengan cara yang kreatif, pada tingkat emosional tertentu," kata Piccinini, kepada ABC, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (23/7/2016).

"Karya ini akan memikat mata, di mana mereka yang melihatnya akan merasa terhubung dan merasakan empati."

Komisi Kecelakaan Transportasi Australia atau The Transport Accident Commission (TAC) mengatakan, Graham diciptakan untuk menunjukkan kerentanan manusia di jalanan.

Joe Calafiore, kepala eksekutif TAC mengatakan, manusia bisa saja bertahan hidup setelah berlari dengan kecepatan maksimal dan menubruk dinding.

"Namun, itu tidak berlaku dalam tabrakan yang melibatkan kendaraan. Kecepatannya jauh di atas itu, kekuatannya lebih dahsyat, dan kemungkinan bertahan hidup lebih kecil," kata dia.

"Mobil telah berevolusi jauh lebih cepat dari manusia. Dan Graham membantu kita memahami mengapa kita harus meningkatkan setiap aspek keselamatan dalam sistem jalan raya untuk melindungi diri kita dari kesalahan yang kita perbuat."

Graham, menurut TAC, adalah gambaran manusia yang telah berevolusi untuk menahan setiap benturan dan kekuatan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Graham kini sedang dilamerkan di State Library of Victoria, Australia hingga 8 Agustus 2016 mendatang. Bagi yang tak bisa menemuinya secara langsung, bisa bersua di situs pribadinya.
sumber : http://global.liputan6.com
Post a Comment

Pages