Powered by Blogger.

5 April 2017

Tag:

Ego, Fantasi dan Idealisme

foto : artnet
Riong Medan News - Apa itu Idealisme?  Apa hanya sebagai suatu pelampiasan atas tidak tercapainya realitas yang terkadang menyakitkan?

Pelarian dari sebuah realitas materiil yang tidak dapat dicapai? atau bisa dikatakan "Lari dari kenyataan?"

Menjadi pecundang dan lebih memilih untuk berfantasi atau menggambarkan dimana dunia itu "ideal" serba berjalan sesuai kemauan pribadi?

Lalu jika seperti itu, apa yang membedakan idealis dengan egois?
Apa bisa dikatakan ini adalah suatu bentuk keegoisan yang positif dan membangun?
Apakah bisa disebut idealisme jika hanya berupa angan-angan dan bersifat semu?
Apa baru dikatakan idealisme jika telah melahirkan suatu ide yang telah terwujud dalam suatu realitas?

Oke, mari kita bahas apa yang dimaksud fantasi dan idealisme serta kaitannya dengan egoisme.
Memang benar jika idealisme itu identik dengan fantasi yang merupakan suatu khayalan akan sesuatu yang belum tentu riil keberadaannya. Perbedaannya adalah fantasi hanya ada dalam benak atau pikiran saja tanpa ada suatu keinginan untuk mewujudkannya.

Mempunyai idealisme yang kuat juga berarti mempunyai independensi yang sebanding dan visi yang jelas untuk mendesign gambaran di masa depan. Seorang idealis itu membangun realitas dimasa yang akan datang, bukannya lari dari realitas tersebut dengan menikmati alam mimpi dan khayalan-khayalan idealnya belaka. Seorang idealis membangun ide dalam bentuk evaluasi, menganalis kegagalan atau pengalaman dimasa lampau untuk mendesign masa depan yang lebih baik.

Terkadang dunia memang tak berjalan seperti yang kita mau, dunia tidak hanya berputar untuk suatu individu tertentu melainkan berjalan seiiringan dengan alam semesta membentuk suatu keharmonisan jagat raya ini. Bukanlah suatu ke-egoisan jika substansi berfikir kita adalah untuk keharmonisan dan gambaran ideal peradaban manusia. Prinsip kebersamaan tentu sangat ditekankan dalam membangun suatu gagasan atau ide serta harus mengesampingkan kepentingan pribadi dalam prosesnya. 

Dalam konteks tersebut tentu idealisme tidak bisa disamakan dengan egoisme karena egoisme itu sendiri merupakan suatu motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain. Jadi, Egoisme disini tidak dapat disandingkan dengan Idealisme, tidak ada egoisme yang positif atau membangun, egoisme hanya memperburuk moral, etika dan prinsip kebersamaan.

Lalu apakah bisa disebut suatu idealisme jika hanya suatu gagasan yang bersifat semu dan tidak bisa terwujudkan secara riil? Jadi, ada dua bentuk idealisme: yaitu idealisme aktif, yaitu idealisme yang melahirkan insipirasi-inspirasi baru yang bisa dilakukan dalam realitas, sedangkan idealisme pasif adalah idealisme yang hanya semu, tidak pernah bisa diwujudkan, bersifat utopis saja. Namun hakikatnya sendiri idealisme adalah sebuah aliran filsafat yang memandang mental dan ideasional sebagai kunci yang mengantarkan ke sebuah hakikat realitas.

Tentu semua mahakarya yang telah tercipta sampai saat ini adalah hasil dari sebuah ide dan gagasan gagasan abstrak dan delusional dimasa lampau, tanpa idealisme tidak akan ada suatu pengembangan atau inovasi pada suatu peradaban dan tidak akan ada kepercayaan pada prinsip Ketuhanan dan hal-hal spiritual atau hal-hal gaib yang bersifat non-materiil. Tentu kita sebagai remaja yang ditujukan untuk menjadi khalifah masa depan dunia ini sangat dianjurkan untuk mempunyai sifat tersebut karena mempunyai idealisme kuat adalah satu-satunya penangkal kemudharatan duniawi seperti hedonisme, materialis dan individualis yang sedang marak dikalangan remaja serta sebuah bekal untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan bermoral.

Dibutuhkan konsistensi dan komitmen yang sangat kuat dalam berprinsip. Memang, kita sebagai manusia tidak ada hakikat kesempurnaan terutama dalam membangun sebuah prinsip dan gagasan, tapi ada baiknya kita terus mengimprove dan mengevaluasi gagasan dan pola pikir yang telah ada untuk ide-ide yang lebih bermoral dan bermanfaat.

Sekarang pilihan anda, apakah gagasan atau ide anda akan terwujud dalam sebuah realitas? Apa hanya akan menjadi fantasi yang entah kapan akan terwujud?

Akfa Radian





About willem andrea

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.