Kaburnya 300 Napi di Pekanbaru, Indikasi Buruknya Fasilitas Pelayanan? - KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

6 May 2017

Kaburnya 300 Napi di Pekanbaru, Indikasi Buruknya Fasilitas Pelayanan?


Riong Medan News - Ketenagan warga Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang sedang melaksanakan shalat Jumat tadi siang (5/52017) terusik.  Tatkala diberitakan ada sekitar 300 orang Napi yang kabur dari  Lemabag Pemasyarakatan (Lapas)  Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Klik : VIDEO

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat merekam kejadian tersebut, sehingga pemberitaan mengenai kaburnya Napi di Lapas ini tersebar dengan sangat cepat melalui Sosial Media, Facebook, Line, Wathsap dan lain-lain.

Kejadian berlangsung dimulai dari jam 11.30, menurut beberapa berita menyatakan bahwa kaburnya Napi dipicu oleh pertengkaran penghuni Lapas, sehingga menyebabkan situasi tidak terkendali.  Akhirnya terjadinya kerusuhan  antar Napi dan petugas penajaga.  Kerusuhan inilah yang menyebabkan sebagain Napi berinisiatif menjebol  gembok pagar.

Kaburnya Napi di Lapas Sialang Bungkung membuat Polresta Pekanbaru dan jajarannya, menurunkan ratusan personil untuk menyisiri daerah-daerah pelarian Napi. Tidak lupa pula TNI beserta pasukannya membatu proses penyisiran ini. Sampai tulisan ini saya buat sudah ada sekitar 70  orang Napi  yang sudah tertangkap kembali.

Mengingat lokasi Lapas berada di dekat pemukiman, tentu saja kejadian kaburnya 300 an  Napi ini membuat resah warga. Karena disaat kabur Napi  juga sempat menyandera anak-anak, mengambil paksa motor warga yang kebetulan melintas, menyetop taksi dan ada juga yang lari ke semak-semak dan masuk sungai.

Lokasi Lapas juga berada di jalan lintas timur Sumatera, kondisi ini lebih memudahkan para NAPI  untuk bisa kabur ke berbagai kabupaten  yang ada di Riau maupun ke  provinsi lain.Berhembus berita yang mengatakan bahwa terjadinya kasus ini, akibat ketidakpuasan NAPI dengan pelayanan Lapas. Semakin hari Lapas semakin sempit, karena penghuninya selalu bertambah, sementara kapasitas ruangan tidak memadai. Terjadinya Over kapasitas seperti ini tentu saja dapat memicu emosional  NAPI.

Kapasitas Lapas Sialang Bungkuk Pekanbaru realnya adalah untuk menampung 390 Napi, namun sekarang dihuni sebanyak 1.800 tahanan. Padatnya penghuni Lapas menyebbakn mereka menuntut perbaikan fasilitas terutama ketersediaan air bersih. Kasus  kaburnya tahanan dari Lapas sudah banyak terjadi di negeri ini. Tentu saja ini harus menjadi catatan penting bagi pengelola dan penaggungjawab Lapas. Walau isi Lapas adalah orang-orang yang nota bene melakukan tindak kriminal, namun mereka adalah manusia yang harus diperlakukan seperti manusia.

Penjara selama ini dikonotasikan sebagi tempat yang paling menyeramkan. Bayangkan seorang pelaku tindak kriminal ditahan dalam suatu ruangan sempit yang dipagari dengan jeruji besi.  Bahkan ada yang dikumpulkan dalam satu ruangan yang hanya beralaskan tikar plastik. Tidur berdesak-desakan, mau makan harus melalui  antrian panjang, lauk seadanya, terkadang makanan yang tidak layak untuk dimakan.

Siapapun  orangnya saya rasa tidak akan mau tinggal dipenjara. Namun mereka terpaksa menginap di penjara karena tindakan kriminal yang mereka lakukan. Kalau akal sehat kita selalu mengatakan, sudah seharusnya pelaku kejahatan tersebut dapat hukuman dan fasilitas apa adanya seperti yang saya sebutkan di atas. Mengingat tindakan yang sudah mereka lakukan sudah merugikan orang banyak. Walaupun begitu mereka adalah manusia, tentu hak mereka sebagai manusia  harus dipenuhi.

Bagaimana membuat Napi betah berada di Lapas?. Pertanyaan ini mungkin dianggap sebagian orang merupakan  pertanyaan iseng. Apapun kondisi terbaik di Lapas, tidak ada yang sebaik berada di alam bebas. Menilik kata Lembaga Pemasyarakatan (lapas)  sejatinya ditujukan untuk memberikan pembinaan dan bekal terhadap Napi dalam menyongsong kehidupan setelah menjalani masa hukuman (bebas).

Selanjutnya pembinaan diharapkan agar mereka mampu memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukannya. Kegiatan di dalam LP bukan sekedar untuk menghukum atau menjaga narapidana tetapi mencakup proses pembinaan agar warga binaan menyadari kesalahan dan memperbaiki diri serta tidak mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukan.
Apakah pemicu kaburnya tahanan Sialang Bungkuk Pekanbaru  akibat  kurangnya pembinaan? Bisa saja terjadi, karena over kapasitas tersebut menyebbakn pembinaan tidak maksimal lagi. Karena saran dan prasaran sudah pasti tidak mencukupi, enjaja dan karyawan jumlahnya tidak imbang dengan yang akan dilayani.

Belajar ke sistem penjara di  Bayern Jerman, dimana di penjara tersebut jumlah tahanan diseusiakna dengan kapsitas yang tersedia. Para Napi dibekali dengan berbagai keterampilan. Setelah mereka mahir mereka akan menerima orderan pekerjaan. Dan diakhir pekerjaan mereka akan mendapatkan upah dari hasil kerja tersebut. Mereka diberi izn kerja dalam satu minggu sekitar 40 jam. Sebagain gaji yang mereka terima wajib ditabungkan, sebagai bekal bagi mereka stelah bebas nanti.

Terkait dengan kajdian di Lapas Sialang Bungkuk Pekanbaru, seharunsya ini menjadi perhatian khusun bagi kementrian Hukum dan Ham. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi.  Kapasitas Lapas harus ditingkkatkan, fasilitas pelayanan  terutama MCK harus di sesuaikan dengan kebutuhan. Perlakukanlah mereka lebih manusiawi walau tindakan yang mereka lakukan tidak manusiawi. 
Oleh : Yuzelma,ST,MSi zelma
Post a Comment

Post Top Ad