Powered by Blogger.

12 May 2017

Tag:

Komentar - komentar Karo & Batak menganai “Apa sebab orang Karo tak mau disebut orang Batak?” Part #4


1.       Orang SUMUT
Wahai orang orang SUMUT, Kalian sibuk meributkan tulang belulang nenekmoyangmu, suku jawa pendatang (yang dibawa oleh belanda jaman dulu) sedang duduk manis di pucuk pimpinan SUMUT sembari menonton kalian dan tertawa memperolok olok kalian. Dia sekarang sedang berusaha untuk melanggengkan kekuasaanya untuk periode berikutnya. Marilah lihat nanti hasil PILKADA SUMUT, apakah orang SUMUT itu bisa jadi Raja di rumahnya sendiri?
Diseluruh INDONESIA (kecuali DKI) hanya di SUMUTlah Rajanya orang luar.
Barang kali ini adalah dosa besar orang SUMUT yang selalu memperdebatkan tulang belulang nenekmoyangya.
Horas/buiur/mejuah juah/ Njuah juah/Jahowu, dll.
o    Dini Susanti
disitulah pinternya si jawa ya mas…
dari cuma tenaga kontrak sekarang jadi gubernur.
Nyahok lu pade 
ei jawa.. kalo dah pake spatu mijak ya.. gak bakalan lama kau jawa.. ntar jg jatuh..

2.       Tewngku Eduart zhein
ketika saya memperhatikan Tarombo Si Raja Batak,saya menemukan kesalahan antara mitos dan sejarah….
yaitu jika dihitung dari umur .Dengan asumsi 1 generasi = 25 tahun maka Masyarakat Toba = 25 x 25 = 525 tahun. Artinya, masyarakat Toba bermula pada Tahun 1400-an, dimulai dengan KEBERADAAN Si Raja Batak di Sianjur Mula-mula….
Bagaimana bisa Sagala Raja sudah ada pada taun 1.000, padahal ‘Ompung-nya’ Si Raja Batak BARU ADA pada Tahun 1.400-an??? Itulah satu kesalahannya…
kemudian jika kita bandingkan ke Karo, masyarakat Karo sudah ada sejak abad ke 9 Masehi,yakni dgn adanya Kerajaan Haru yg ada dalm catatan pengelana asing, sedangkan jika kita lihat Tarombo sebagai patokan awal Bangsa Batak, apakah mungkin????
Wajar jika karo itu bukan Batak…
o    mega malindo
Hubungan Suku Gayo Aceh dan Suku Batak
Kerajaan Lingga atau Linge (dalam bahasa gayo) di tanah Gayo, menurut M. Junus Djamil dalam bukunya “Gajah Putih” yang diterbitkan oleh Lembaga Kebudayaan Atjeh pada tahun 1959, Kutaraja, mengatakan bahwa sekitar pada abad ke-11 (Penahunan ini mungkin sangat relatif karena kerajaan Lamuri telah eksis sebelum abad ini, penahunan yang lebih tepat adalah antara abad ke 2-9 M), Kerajaan Lingga didirikan oleh orang-orang Batak Gayo pada era pemerintahan Sultan Machudum Johan Berdaulat Mahmud Syah dari Kerajaan Perlak. Informasi ini diketahui dari keterangan Raja Uyem dan anaknya Raja Ranta yaitu Raja Cik Bebesan dan dari Zainuddin yaitu dari raja-raja Kejurun Bukit yang kedua-duanya pernah berkuasa sebagai raja di era kolonial Belanda.
Raja Lingga I, yang menjadi keturunan langsung Batak, disebutkan mempunyai 6 orang anak. Yang tertua seorang wanita bernama Empu Beru atau Datu Beru, yang lain Sebayak Lingga, Meurah Johan dan Meurah Lingga, Meurah Silu dan Meurah Mege.
Sebayak Lingga kemudian merantau ke tanah Batak leluhurnya tepatnya di Karo dan membuka negeri di sana dia dikenal dengan Raja Lingga Sibayak. Meurah Johan mengembara ke Aceh Besar dan mendirikan kerajaannya yang bernama Lamkrak atau Lam Oeii atau yang dikenal dengan Lamoeri dan Lamuri atau Kesultanan Lamuri atau Lambri. Ini berarti kesultanan Lamuri di atas didirikan oleh Meurah Johan sedangkan Meurah Lingga tinggal di Linge, Gayo, yang selanjutnya menjadi raja Linge turun termurun. Meurah Silu bermigrasi ke daerah Pasai dan menjadi pegawai Kesultanan Daya di Pasai. Kesultanan Daya merupakan kesultanan syiah yang dipimpin orang-orang Persia dan Arab.
Meurah Mege sendiri dikuburkan di Wihni Rayang di Lereng Keramil Paluh di daerah Linge. Sampai sekarang masih terpelihara dan dihormati oleh penduduk.
Penyebab migrasi tidak diketahui. Akan tetapi menurut riwayat dikisahkan bahwa Raja Lingga lebih menyayangi bungsunya Meurah Mege. Sehingga membuat anak-anaknya yang lain lebih memilih untuk mengembara.
DINASTI LINGGA
1. Raja Lingga I di Gayo
Raja Sebayak Lingga di Tanah Karo. Menjadi Raja Karo
Raja Marah Johan (pendiri Kesultanan Lamuri)
Marah Silu (pendiri Kesultanan Samudera Pasai), dan
2. Raja Lingga II alias Marah Lingga di Gayo 3. Raja Lingga III-XII di Gayo 4. Raja Lingga XIII menjadi Amir al-Harb Kesultanan Aceh, pada tahun 1533 terbentuklah Kerajaan Johor baru di Malaysia yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Mansyur Syah. Raja Lingga XIII diangkat menjadi kabinet di kerajaan baru tersebut. Keturunannya mendirikan Kesultanan Lingga di kepulauan Riau, pulau Lingga, yang kedaulatannya mencakup Riau (Indonesia), Temasek (Singapura) dan sedikit wilayah Malaysia.
Raja-raja di Sebayak Lingga Karo tidak terdokumentasi. Pada era Belanda kembali diangkat raja-rajanya tapi hanya dua era 1. Raja Sendi Sibayak Lingga. (Pilihan Belanda) 2. Raja Kalilong Sibayak Lingga
o    Dini Susanti
iya mas, masa ada manusia turun dari langit…
emang burung layang-layang.
Mitos koq jadi silsilah.
#terbukti keras kepalanya
diam aj kau jawa.. ga usah ikut campur.. ok..?? peace…
§  batak boy
enak kau urus aja dulu jawa TkI2 itu,para pakir miskin jawa sama babu2 jawa. kau bantu dl jawa2 yang mau dihukum gantung di negri jiran sana..kalo kau mampu baru kau bisa angkat bicara sama keturunan2 raja ya..

Sedikit mengenai Barhasa. Dikatakan bahasa Karo masuk dalam rumpun bahasa Batak itu bisa2 saja, kan dalam ini pengkategorian bahasa yang terlepas dari definisi Batak. Cuma, anehnya dikatakan “sama”. Pertanyaanya “sama” dalam hal apa?
1. Kalau saya cakap Karo, apakah saudara/i dari batak lainnya mengerti? Tentunya harus kita berbahasa Melayu(Indonesia) bukan?
2. Dialek(logat) Karo dengan Toba, Mandeling, dan Angkola sangat jauh beda.
3. Jadi, apanya yang sama? Sama-sama dari Sumatera ya? Hehehehe..
Ini sebuah keterlaluan jika akademisi bisa dibohongi dengan hal sepele. Mengapa demikian saya katakan:
“Natu Galang” dalam cakap Karo, itu jelas-jelas beda dengan “Na to Galang” dalam Toba. Maaf.
o    Suprie
lao tu galang bukan na to
na = yang
na birong = yang hitam (yang berwarna hitam)
lao = pergi, akan
lao tu dia hamu? = akan(pergi) kemana kamu?
tidak ada pertemuan antara ‘na’ dan ‘tu’ dalam bahasa toba.
jadi kalau ada orang batak ngomong na tu galang do hamu? itu adalah batak dalle(sesat)

“KARO” dikatakan “BATAK”, jika konsep BATAK yang dimaksud adalah Batak yang tersusun dari kekerabatan HORIZONTAL(solidaritas, teritorial, dan geografis). Tetapi “Karo Bukan BATAK!” jika konsepnya “Batak” yang tersusun dari kekerabatan “VERTIKAL”(Geneologi/hub darah). Sebab secara Tradisi, fakta, logika, yang dirinjau dari aspek ruang dan waktu sangat tidak masuk akal.
Dan, selama ini yang diceritakan untuk membatakkan Karo itu bukanlah TRADISI Karo, tetapi tradisi Toba.! BUkan begitu? Jadi malu kita seorang Dr, Prof, Drs, M. Sc, M….dll jika tidak sanggup menerima perbedaan dan hanya bisa memaksakan satu tradisi untuk diakui semua suku bangsa. MALU dan murahan!

o    Azoisi Siburian
setuju silih..batak dalam arti kekerabatan horizontal, genealogi juga sebenarnya bisa tapi bukan dalam arti Karo dari Toba, tapi dari rumpun yang lebih dekat dulu datang dari Asia daratan (India belakang) .. bahasa Karo dan Toba berbeda bisa oleh berbagai hal, keterpisahan lama oleh jarak, asimilasi dengan bangsa2 lain (misalnya Karo ada sebagian campuran dengan keturunan Tamil). ada satu hal fakta yang aku coba berikan mungkin bisa menjadi pencerahan, misalnya dalam toba sendiri antara huta bisa beda dialek dan beberapa kata, misalnya dialek di pangururan dan kearah muara sedikit beda, samosir dan porsea ada 1 dan 2 kata yang ga biasa dan tidak dimengerti, jadi apalagi dengan Karo yang jaraknya lebih jauh dan dari nenek moyang sudah lama terpisah, yg pasti orang karo secara genealogi pasti lebih dekat ke orang toba dari pada orang dayak atau orang sunda 

Dan, Perlu dilihat dan diingat.
Karo, Toba, Mandailing, Angkola, Simalungun, Pakpak, dan Melayu sangat saling menghormati dan menghargai jika tidak saling singgung dan ingin mendominasi. Konsep “Batak” yang dikaburkanlah kemudian memecah suku-suku ini.Orang Karo sangat menerima perbedaan dan bergaul baik dengan Toba, bahka saya memiliki hubungan erat dan baik dengan Toba dri Kakek saya hingga ke saya, bahkan sekarang saya sangat dekat dengan beberapa orang Toba. Namun, kedekatan itu antara Karo dan Toba. Bukan Batak… dengan Batak… Sebab, jika sudah dibawa konsep batak asal-usul itulah yang mengacau itu!
amin ros..

7.       L. Ginting
Awas pendatang ditanah leluhur kita jangan sempat dia mengatur di daerah kita. Bukan hanya Jawa sebagai pendatang di Sumut. Di Tanoh Pakpak ( Sidikalang) pendatang adalah orang Batak ( Toba) demikian juga di tanah Simalungun pendatang adalah juga orang Batak( Toba) sehingga populasi jumlah nya sudah lebih banyak dari penduduk asli.
o    sembiring
Bener banget,, knapa toba bisa mendominasi di tanah pak pak dan simalungun.
karna mereka mmng seperti penjajah.

8.       IRWANTA tARIGAN
Saya sangat setuju dengan pandangan saudara-saudara yang menyampaikan pernyataan kalau perdebatan yang konyol ini tidak perlu diperdebatkan. Benang merahnya tidak akan ada, yang ada hanyalah perdebatan yang menyebabkan kebencian di antara suku-suku ketika membaca argumen-argumen ini. Jika berbicara asal usus, Charles Darwin aja ketika menyampaikan pandangannya mengenai asal mula manusia tidak dapat menemukan fakta yang kuat. Dari sini terlihat masalah asal-usul tidak akan ada yang tau. Karena tugas manusia hanyalah hidup dan berkarya dengan apa yang sudah ada.
“SELAMAT BERJUANG UNTUK GENERASI MUDA BATAK”.
HORAS,,,,,MEJUAH-JUAH

9.       mega malindo
ta orang batak harus berbangga hati atas penelitian Ichwan Azhari ini,tetapi dia salah sampai jauh-jauh ke jerman untuk mencari apa arti kata Batak. Arti kata batak itu berbeda dengan kata Me-layu atau Malai,melayu itu adalah sebuah sebutan atau gelar sementara kata batak adalah sebuah nama yaitu nama sebuah pohon kayu yaitu kayu batak yang menurut sejarahnya kayu batak tersebut hanya ada tumbuh di tanah batak yang dubuat oleh nenek moyang orang batak menjadi tongkat bahasa bataknya tuk-hot kayu batak yang dibuat menjadi tukkot Sisia lagundi.
Menurut sejarah tongkat inilah tuk-hot kebesaran para Mangaraja batak dulu Ciri-ciri kayu batak kurang lebih sebagai berikut:
1.Pohonnya paling besar berdiameter 20 cm.
2.Setinggi 2 s/d 2.5 meter tidak bercabang pangkalnya kebawah lebih besar.
3.Daunnya kecil seperti daun JIOR.
4.Kulit pohonny tipis.
5.Bagian tenngah dlm kayu warna hitam,bagian luar putih getahnya merah
Menurut legenda ke saktian dari pada tongkat Sisia lagundi ini hampir menyerupai tongkat nabi musa.Maka arti Batak adalah tuk-hot yang maksudnya tuk itu sampai dan hot itu adalah tetap.Maka ada umpasa Batak mengenai tukhot ini.Tuat na dolok martukkot si sia lagundi pinukka di parjolo diulahon na di pudi.
Menurut adat batak dulu hanya ada dua Tuho parngoluan orang batak secara garis besar yaitu:
1.Poda ni agama Mulajadi Nabolon.
2.Poda ni tuk-hot si sia Lagundi.
Menurut sejarah nenek moyang orang batak ada terjadi masa kegelapan pertama dan kedua di tanah batak.Masa kegelapan pertama yaitu masa meletusnya gunung Toba atau rentetan letusan kesekian kali setelah letusan gunung toba yang maha dasyat yg terjadi 70.000 thn yg lalu setelah ada peradapan manusia di kaki bukit tuba itu.Mengakibatkan peradapan bangsa batakpun punah termasuk tukhot SI Sia Lagundi tersebut.Masa kegelapan kedua orang batak yaitu masa datangnya kepercayaan parmalim.Dimana saat itu sesama bangsa batak tidak dapat lagi duduk bersama melaksanakan pegelaran adat batak dalihan natolu.Karena kepercayaan malim yang datang dari mesir mengharamkan daging babi sementara adat batak dalihan na tolu tidak dapat di laksanakan tanpa daging babai atau lomok-lomok.
Sementara kata Malai menurut bahasa batak Ma dan kata dasar Lai yang artinya sbb: Lai artinya dauk-dauk meleleh atau lebur,hilang tak berguna.Lailai terdapat pada ekor ayam yang selalu mengarah kebawah,tidak ada gunanya malah menjadi gangguan utk berjalan dan berkelahi.Kata melai dalam bahasa indonesia MELAYU atau MA-LA-YU atau jadi Layu.Jadi kata-kata melayu itu dalam bahasa batak adalah sebuah sebutan bahwa yang bersangkutan sudah meninggalkan marganya dan adatnya sehingga tidak lagi orang batak.
Orang batak yang meninggalkan tanah batak atau kampung halamannya dpt di bagi tiga golongan:
1.Borhat tu tano parserahan(atau membuat perkampungan bar mangombang.
2.Borhat mangaratto.
3.Borhat gabe malai.
‘nBASIS: tingkat kesahihan ungkapan-ungkapan seperti ini yang membuat orang (akademisi) mencari sumber lebih terpercaya sampai ke lain-lain tempat. ia tak cukup “menelan” begitu saja pemahaman yang ada dalam dalam masyarakat yang ia teliti.

o    luhut marbun
Batak adalah merupakan nama Fam/Keluarga di Turki……..diBulgaria …Batak adalah nama satu Daerah di Bulgaria yang sangat terkenal…..karena orang Bulgaria di daerah Batak ini sangat gigih berperang melawan tentara Turki waktu itu ……..mungkin orang batak di Tapanuli berasal dari sana…bisa2 saja……..(lihat di internet).
Saya rasa ini sebuah dongeng, bukan sebuah sejarah…..

10.   ion sinaga
Simatupang: ini forum untuk pencerahan batak sama orang karo bukan sok jogoan, koment2 u membuat orang makin yakin klo orang batak itu keras kepala
memang itulah tujuan saya lae..

HORAS MEJUAH-JUAH
Ayo dukung Novita Marpaung di X-factor caranya ketik NOVITA krm ke 6288
Fatin Sidqia Lubis Ketik FATIN krm 6288
HiduP BATAK horas Mejuah-juah

12.   lisa...
Menurut hemat saya semua yang Comnt.di atas sudah benar.Bahwa orang karo atau sub.suku karo bukan keturunan batak tapi yang lebih tepat bukan keturunan Toba,mandailing,simalungun,pakpak,nias,gayo atau angkola.Karena keturunan Batak itu tidak ada.Karena batak adalah sebuah indititas Budaya atau tempat,bahasa ,adat dan mungkin kepercayaan saat dulu.
Perlu kita review kembali sejarah datangnya bangsa batak atau rombongan Mangaraja Batak Bonggaran tiba di pulau sumatra sepanjang hampir 26 generasi.Para pembantunya sudah mengambil jalan sendiri.,mendirikan huta atau perkampungan baru,tetapi memakai marga Batak Bonggaran
Dengan dasar inilah sampai sekarang,pada RUHUT NI ADAT,PODA NI UHUM dan PANGALAHO NI PADAN PARNGOLUON ORANG BATAK,siapa saja bisa jadi orang batak dengan membuat marga baru,dalam marga induk.
Menurut para tetua-tetua batak yang memberi keterangan tidak semua marga sekarang dalam satu nenek moyang merupakan keturunan satu bapa dan satu ibu gtetapi ada yang di adaopsi melalui adat batak yang pada mulanya di sebut TUHO PARNGOLUON NI BATAK sebelum ada DALIHAN NA TOLU.
http://bataksisialagundi.blogspot.com/
Kalau melihat ulasan seluruh respondent tentang KARO BUKAN BATAK,Karo sendiri pecah 50%=50%.Batak Toba 80% menyatakan Karo adalah Batak.
Pada saat saya di Aceh Tenggara dulu.Orang sub suku Alas,gayo Sipirok (mandailing) dan Karo.
Simalungun Pakpak tidak banyak mendiami tanah alas,kalaupun ada mereka banyak melebur menjadi Toba.Di antara sub suku di atas tidak ada menyatakan sub suku Toba dengan sebutan suku batak.Orang alas lebih cendrung menyatakan orang Silindung..Kenapa di sebut silindung mungkin dari nenek moyang mereka selalu bercerita bahwa sub suku toba itu dari silindung yang mungkin saja bertetangga kampung dengan kampung nenek moyang mereka. dan memang mereka dulunya mengakui bahwa mereka adalah bangsa batak.Demikian juga karo tidak pernah menyebut sub suku Toba itu orang batak,kenapa karena mungkin mereka juga bagian dari bangsa batak.
Gejolak perobahan generasi atau percampuran generasi dan adat lebih banyak terjadi di dalam sub suku karo mungkin di akibatkan proses tempat tinggal orang karo yang dari Toba berpindah ke Aceh utara,tengah atau timur kemudian ketanah Karo.Sementara didalam proses itu mereka juga di pengaruhi para bangsa pendatang seperti bangsa india tamil dan lainnya yang hampir mendominasi 50% atau sebahagian ikut-ikutan karena faktor kepercayaan.
video Koleksi hitam/putih foto² Sejarah & Budaya – Sumatera Utara.

Raj Sumbayak
***
ulang mela lawei.. lang boi holi maju angow mela2 do hanima.. ikonn barani do lawei marsahap.. batak israel do i lawei.. lang ibotoham dope adong tugu di yerusalem marukirhon marga2 BATAK.???? lang ibotoh ham ope dong anggota MOZZAD YIZRAEL halak BATAK???? apalagi hanima halak simalungun.. sangat jelas berasal hun toba.. sinaga sin sinaga toba do i lawei sian huta urat samosir do bonapasogit ni.. DAmanik sin manik,sagala ,malau, pasaribu sin SILAU RAJA sian samosir sianjur mulamula do in lawei.. saragih sin saragi,siadari,sidauruk sian toba do in homa tene.. purba sin purba toba ai ma simamora.. ulang jadi simardan hita homa halak batakon.. holi marah TUHAN..***
dari pemilihan kata-kata dalam bahasa simalungun saja, saudaraku ROY VAN HALEN SIMATUPANG ISRAEL sudah tidak santun….. contoh, hanima (makna kasar) yg seharusnya nasiam (lebih lembut), ikon/ikkon (bhs batak) yang seharusnya maningon (bhs simalungun asli lho), sin bukan terjemahan dari sian tapi sin = daerah kerajaan (sin raya, sin dolog silou, sin panei, sin tanoh jawa). Pemilihan kata dan cara bertutur kepada tiap-tiap orang sangatlah berbeda. Inilah keunikan bahasa Simalungun dan pada orang karo dan melayu deli bahasa demikian juga nyata dan masih kental hingga sekarang.
dan ingatlah saudaraku ROY VAN HALEN SIMATUPANG ISRAEL, marga SUMBAYAK tidak ada satupun yang berasal dari tanah Batak (toba (tarutung),samosir, humbang hasundutan, silindung). Walau masih penuh misteri, tapi kami masih yakin berasal dari INDIA TIMUR ATAU SELATAN maupun dari daerah YUNNAN. Marga-marga besar di SIMALUNGUN, yakni SISADAPUR (sinaga/ saniang naga, purba, damanik dan saragih) bukan berasal dari pusuk buhit/ samosir. Bukan masalah durhaka atau tidak, tapi itulah fakta yang selama ini telah Saudaraku SUKU BATAK kaburkan. Justru, marga-marga besar inilah malah yang mengungsi ke hutan dan pegunungan karena invasi dari kerajaan-kerajaan, seperti: SIAM, MELAYU, ARU / HARU, COLAMANDALA, SRIWIDJAYA, dll dan juga adanya tragedi WABAH KOLERA / DISENTRI di daerah simalungun. Orang-orang yg bepergian ini kelak dinamakan SAMISIR/ SAMOSIR yang berasal dari kata SAHALI MISIR (migrasi besar-besaran). Walau cerita ini masih penuh misteri, namun masih dapat diterima secara akal sehat. Namun, bukan berarti Kami semua yang berada ditanah SIMALUNGUN ini tidak ada orang bataknya. Mungkin hampir dari 50% (asumsi penulis sahaja) orang simalungun sejak dahulu sudah dibanjiri orang yang berasal dari tanah batak itu. Jadi, artinya ada orang simalungun yang mengungsi ke tanah batak dan ada juga orang batak yang mengadu nasib ke kerajaan Simalungun dan harus mengambil 4 marga besar di SIMALUNGUN, sehingga terciptalah marga-marga unik seperti silalahi, sipayung,dll menjadi marga sinaga; turnip, simbolon, sitanggang, ruma horbo, dll masuk ke marga saragih. begitulah seterusnya pada keseluruhan 4 marga tsb. Keharmonisan hidup pada zaman dahulu masih terjaga karena masih menjunjung tinggi prinsip “DIMANA BUMI DIPIJAK, DISITU LANGIT DIJUNJUNG”. Namun, setelah penjajah datang, mulailah menanamkan benih kerusuhan dan perselisihan.
Berarti, klu dikembalikan lagi dari penyataan saudara tsb, sangatlah tidak santun anda mengatakan simalungun berasal dari tanah batak. Atau mungkin anda lebih terima dikatakan kurang mengerti sejarah suku tertentu.
Mengenai sejarah Merga-merga nan lima dari KARO pun mungkin mirip dengan yang ada di Simalungun. Bukanlah saya bermaksud menggurui pakar-pakar sejarah SIMALUNGUN, tapi saya merasa perlu utk menjelaskannya tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pakar sejarah.
o    sonny
udahlah masing-masing kan udah kuat dengan argument nya, menurut saya kenapa karo harus ribut-ribut merasa dirinya bukan batak, sedangkan suku batak sendiri tidak mengakui anda….jadi santai aja kaliii

14.   B.Ginting
semuanya masih kabur, yg mau di katakan batak silakan, yg tdk mau di katakan batak jg jgn di paksa.

mau karo di bilang batak mau karo di bilang bukan batak yang penting aku bangga jadi orang karo.
mejuah-juah kalak karo sedunia
o    B.Ginting
salam KBB, hehehe.
apa tu KBB mas..

16.   daniel
saya lahir di luar sumut .tp ortu sy sllu ajarkan bhs batak. Yg mnghrankan buat sy, koq dikit2 bisa ngrti bhs karo yg blm prnh kdngar sblumny hanya dgn baca kment d atas y?
o    Dini Susanti
si mas ini orang pinter kalau gitu 
o    sembiring
hahahaha
itu bukan bahasa karo boss,,, itu bahasa simalungun.
gak ada yg pake bahasa karo diatas.
kalo anda hanya tau bahasa toba, yakin lah pasti anda tdk tau bahasa karo.
tp klo anda bisa bahasa simalungun atau apalagi pakpak,,, baru bisa sedikit2 ngerti bahasa karo.
dalam tutur keluarga saja karo dan toba sudah beda jauh.
ibu – inang – nande
bapak – amang – bapa
kakek – opung – bolang/laki
antara adik prempuan dan abang – ito – turang
pariban – impal
antara sesama cewek dan sesama cowok yg semarga klo karo senina.
kalo batak mungkin apara untuk yg cowok,, yg cewek gak tau.
dari tutur kekerabatan saja toba dan karo beda jauh.
gimana bisa dibilang sama” keturunan siraja batak…????
jujur aku salut buat orang yg sudah mengarang tentang si raja batak,, dan menyusun trombo nya. dan berhasil membuat smua org toba percaya.
tp aku cuma menganggap itu adalah dongeng yg di buat profesor asal toba.
aku akui dia hebat,, yang menjadikan batak sebagai titik acuan smua suku di sumut seperti halnya kabah di mekah arab.
saya jg seorang muslim.
dan menurutku karangan si raja batak adalah untuk menjadikan toba seperti kabah di mekah.
tp sayang kami tidak bisa di bodohi seperti orang toba yg langsung percaya begitu saja dengan trombo yg di susun dalam karangan si raja batak.

begini panggi,tulang.. sanina atau lae sumbayak.. sy tidak mengatakan orang simalungun berasal dari batak.. tetapi marga sinaga,damanik,purba,saragih yg disimalungun sebenarnya dahulu nenekmoyang kita itu datang dari samosir merantau kesegala penjuru termasuklah itu ke tanah simalungun melalui parapat ke p siantar,dari samosir menyebrang ke tigaras ke simarjarunjung lanjut ke raya,dari samosir menyebrang ke sipolha ke dolok pardamean sidamanik. dari samosir marsolu ke pantai dolok pardamean lewat lintas darat melalui jalan setapak ke daerah sidamanik.. itulah sebabnya banyak sekali jga orang batak di kecamatan sidamanik simalungun..
o    sembiring
sebenarnya nenek moyang manusia bukan adam dan hawa bro,, tp si raja batak yg turun dari langit dan jatuh di samosir.
trus keturunannya pada merantau ke arab, amerika , afrika, eropa.p
pokoknya ke seluruh penjuru dunia lah.
hebat kali memang klo kita bisa mengarang crita yaa….

saudara saudaraku semua ,pertama tama saya perkenalkan nama saya ALEXANDER GINTING MUNTHE , ketua ALIANSI PEDULI INDONESIA , saudara saudaraku semua…… kita boleh berbeda beda tapi harus di ingat kita satu itulah BHINEKA TUNGGAL IKA, saran saya ….. boleh saja kita berdebat, tetapi janganlah saling menghina satu sama lainnya, karena akan dapat mengakibatkan perpecahan….menurut saya kata kata ” BATAK ” bukanlah mencerminkan SUKU atau RAS tetapi kata kata ” BATAK ” adalah hanya sebutan ataupun panggilan yang di lakukan / di ucapkan oleh penjajah BELANDA kepada beberapa suku / ras yang ada di Sumatera Utara yaitu suku TOBA, MANDAILING, PAKPAK, SIMALUNGUN, dan KARO yang mana suku suku ini mempunyai garis keturunan yang berbeda beda lihat dan baca sejarah kerajaan HARU/ARU….ataupun sejarah kerajaan Sriwijaya, kerajaan MAJAPAHIT, kerajaan PASAI, kerajaan MALAKA,,,,dll ataupun sejarah kerajaan CHINA , INDIA maupun PORTUGIS dll disejarah tersebut jelas tertulis asal usul keturunan dari suku KARO dan suku yang lainnya….. dari bukti dan fakta sejarah ini saya kira tidaklah perlu untuk diperdebatkan masalah kata kata ” BATAK ” ……..jadikanlah kata kata ” BATAK ” ini sebagai pemersatu bagi suku suku yang ada…..seperti BHINEKA TUNGGAL IKA , PANCASILA dan UUD 1945 yang dapat mempersatukan sekitar 17.000 pulau, 1.200 lebih suku, 546 lebih bahasa daerah, dengan budaya, adat istiadat , serta agama yang berbeda beda menjadi satu kesatuan yaitu NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA yang kita cintai ini…….

19.   Dini Susanti
Saya orang jawa, sejak lahir udah tinggal di Medan. Menyimak debat diatas saya jadi teringat teman saya cowok yang suku (Batak) Karo pacaran ama cewek yang suku (Batak) Toba yang kebetulan teman saya juga cz satu kampus sih kita semua
Si cowok suka cerita kalau keluarganya ga suka dia pacaran ama tu cewek, alasan keluarganya karena beda suku. Trs si cewek jg cerita ke saya keluarganya ga suka dia pacaran dgn tu cowok, dengan alasan yang sama. Berkaca dari debat diatas, sekedar hypotesa memang Toba dan karo itu beda.
Uniknya lagi banyak teman2 yang Toba ga pernah ngaku toba, tapi kami orang batak. Beda dengan teman2 yang karo, kalau ditanya mereka ngakunya ya orang karo, yang mandailing ngakunya mandailing, yang simalungun ngakunya simalungun.
Berkaca dari kehidupan sosial saya di kampus dan lingkungan tempat tinggal, kemudian timbul pertanyaan di benak saya, APA BENAR YANG BATAK ITU CUMA TOBA, SEDANGKAN YANG LAIN DENGAN IDENTITAS KESUKUANNYA SENDIRI.
Erliana Siregar Kebetulan ini menjadi judul tesisku di linguistik. Jk dianalisis dari tingkat kekerabatan bahasanya yang diturunkan dari bahasa protoaustronesia bahasa mandailing, toba,karo,angkola,simalungun itu diturunkan dari satu bahasa asal yaitu bahasa proto batak.jd dari semua hasil analisis mereka itu serumpun batak.jd tak lah ada alasan mereka tak mau dikatakan batak.seharusnya hanya orang2 awam sajalah yg berpikiran hal spt itu.bs baca tesis ku selengkapnya ibot.terlalu panjang tuk diurai dengan kata di fb ini.
Untuk sist Erliana, hal ini kan udah dibukukan Prof Ulli Kozok kalu saya ga salah.
pisss 

o    Riski Dasnari Ginting
Batak itu malah tidak perlu disebutkan,, karena itu jadi mengkaburkan suku suku di dalamnya… bener itu serumpun, tapi seharusnya toba ngaku toba, karo ngaku karo, simalungun ngaku ya simalungun, mandailing gitu juga dan jawa gitu juga…
ngapain bilang orang batak? kapan batak itu jadi orang? itu Rumpun, atau etnis atau identitas suku yang tinggal di wilayah sumatera utara itu,,, lokasi nya juga ga ada batas2nya cuma plang doank,,, makanya masih serumpun. tapi kalau ditanya suku apa? orang toba harus jawab suku TOBA. gitu juga org KARO jawab sukunya KARO. karena TIDAK ADA SUKU BATAK.

emang kampang apa mengubah nama suku..?
mengubah nama orang aja harus tumbang 1 pinahan(babi) apalagi mengubah suku.
Bila seseorang bertanya kepada anda apakah penamaan batak itu ditujukan untuk suku tertentu atau wilayah/kondisi geografi tertentu? apa jawaban menurut pengetahuan anda?
Bila anda meneruskan yang salah, tentunya hasilnya juga akan salah sekalipun tesis buatan malaikat. Bpk. Ulrich Kozok yang berkebangsaan Jerman dan Guru Besar University of Hawaii itu kan pakar di bidang bahasa saja, meskipun beliau memiliki relasi yang amat banyak dengan pakar sejarah dari negara-negara di eropa. Saya sebenarnya kurang setuju bila beliau menggunakan label “batak” untuk klasifikasi bahasa yang ada di sumatera utara (sekarang). Mengapa harus pakai kata “batak” label yang sangat merendahkan/menghina itu.
Tidakkah makna sebenarnya “batak” mengacu pada wilayah pegunungan di antara peradaban melayu di sumatera timur dengan peradaban pagaruyung di sumatera barat. awal mula kata “batak” diketahui dari catatan sejarah perjalanan marcopolo dan tome pirez (seorang apoteker) ke sumatera. Menurut catatan tersebut, kata “batak” tersebut bukan merunut ke kelompok subjek, namun untuk wilayah tertentu. Meskipun menurut Bpk. Ulrich Kozok tersebut catatan2 pengelana tersebut masih belum jelas kebenarannya.
Bandingkan dengan penelitian Bpk. Dr. Phil Ichwan Azhari di http://www.insidesumatera.com/?open=view&newsid=1488&go=Dr-Ichwan-dan-Orang-Batak.
§  sembiring
dari keterangan di kamus besar bahasa indonesia
batak 1 /ba·tak / n Sas petualang; pengembara;
membatak /mem·ba·tak/ v : 1 bertualang, melanglang; mengembara; 2 merampok; menyamun; merampas;
pembatak /pem·ba·tak/ n perampok; penyamun
dari penjelasan KBBI kayaknya memang benar sifat orang batak jg kyak gini.
lihat siantar tanah simalungun,, lihat sidikalang tanah pak pak,, orang batak yg mengusai.
bahkan di siantar pernah menerapkan menggunakan ulos toba.
aneh bin ajaib.
lihat jokowi, orang jawa mimpin di jakarta.
dia menerapkan pakaian betawi karna jakarta tanah betawi, bukan tanah jawa.
beliau menjujung tinggi tuan rumahnya.
tidak seprti toba.
o    tenang ginting
kamu sudah senang kan bangsat dengan memecah belah persaudaraan kami.


20.   Estevanus Sembiring
Sepertinya Batak takut sekali kalau karo bukan batak, sedangkan karo aja ga takut …ada apa nich…..

o    Suprie
takut dong..yang masih satu regional aja udah terpecah belah.
Ingat politik devide et impera.Kalau kita aja udah gak nyatu bagaimana kita melawan malaysia.




About willem andrea

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.