Powered by Blogger.

31 May 2017

Tag:

Toleransi di Karo Harus Tetap Dijaga, Pengungsi Muslim Dilayani dan Ditampung di Posko Gereja


Riong Medan - Maraknya dan santernya isu-isu yang mengatasnamakan Suku, Agama dan Ras (SARA) akhir-akhir ini membuat tanah air bergolak dan semakin memanas. Namun, hal itu tidak tejadi di Tanah Karo Simalem, sebagai kabupaten yang nilai toleransi cukup tinggi dan patut dijaga bersama, hingga pihak manapun tidak mampu merobek nilai toleransi yang sangat tinggi itu.

Hal itu dikatakan Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, Senin (29/5) melalui selulernya. Katanya, warga Karo adalah warga yang menjunjung tinggi nilai budaya dan persamaan dan sangat menjauhkan isu-isu SARA, meskipun mayoritas agama Kristen. Hal ini tergambar dengan tenteramnya kehidupan antar warga serta nilai sosial warga Karo yang tinggi. "Adat dan budaya harus mampu mengalahkan isu-isu radikalis yang meresahkan, kita satu," katanya.

Disebutkan, gereja yang dipimpinnya tetap melayani dengan tulus dan seikhlas hati pengungsi korban erupsi gunung Sinabung walau berbeda agama dan suku. "Sejak Sinabung erupsi, kita sebagai gereja menampung dan melayani saudara kita walau beda agama. Bahkan pengungsi asal Desa Sigaranggarang yang 70 persen penduduknya Muslim, ditampung di Posko GBKP Simpang 6 Kabanjahe," ujarnya.

Selain itu, pihaknya tetap gigih menggelorakan wawasan kebangsaan kepada jemaatnya dan seluruh warga Karo tanpa terkecuali. "Kita bantu pemerintah meningkatkan wawasan kebangsaan kepada warga melalui kegiatan-kegiatan positif yang tidak memandang perbedaan, kemudian dialog-dialog dengan segala tokoh-tokoh yang ada di Karo," katanya.

Sementara itu, Koordinator Posko Sinabung Pdt Rosmalia Br Barus yang juga Ketua Bidang Koinonia Moderamen GBKP mengatakan, pihaknya menghargai umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa, meskipun pengungsi tersebut tinggal di lingkungan GBKP Simpang 6 Kabanjahe. Dari 428 KK warga Sigaranggarang, mayoritas adalah pemeluk Islam. Pihaknya juga ikut membantu pelayanan dalam pelaksanaan ibadah puasa, mulai dari sahur sampai buka puasa, hingga membantu makanan bukaan. "Kita hargai yang beribadah, tak ada perbedaan disini," katanya.

Terpisah, Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu ketika diminta tanggapannya terkait radikalisme mengimbau masyarakat tidak mudah terhasut dan terprovokasi isu radikalisme tersebut. Sebab, saat ini banyak juga berita hoax yang sengaja dihembuskan untuk meresahkan masyarakat. Disamping berita hoax, dia juga mengatakan kini banyak pihak yang ingin merobohkan dan merongrong kesatuan bangsa yang multikultural, sehingga menciptakan isu radikalis.

Terkait kemungkinan adanya kelompok radikalisme, ia mengharapkan agar seluruh elemen mengantisipasi bersama. Diimbau, kepada masyarakat mengaktifkan kembali Siskamling dan wajib lapor 1X24 jam bagi pendatang.

Harapannya, agar seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mencegah masuknya kelompok radikalisme dari mana pun ke Karo dan apabila mengetahuinya agar segera melapor kepada aparat terkait.

Sumber : http://hariansib.co

About willem andrea

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.