Benson Kaban : Kawasan "Ture Deleng Sibuaten" Perlu Pengusulan Menjadi Kecamatan ke 18 di Kabupaten Karo - KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

23 June 2017

Benson Kaban : Kawasan "Ture Deleng Sibuaten" Perlu Pengusulan Menjadi Kecamatan ke 18 di Kabupaten Karo


Ture-Ture Deleng Sibuaten ;
Kawasan Desa di Kaki Gunung Sibuatan Kabupaten Karo, Perjuangan Kecamatan "Deleng Sibuaten" menjadi kecamatan ke 18 di Kabupaten Karo.

Kita pasti tau Sungai Alas, sungai yang berhulu dari Gunung Sibuaten, terdiri dari Sungai Lau Bengap, sungai Lau Namo Karang dan Sungai Lau Renun bertemu di Kuala Tiga Binanga dan Sungai Lau Gunung hingga dinamai Lau Renun dan Sungai Alas dan bermuara ke Samura Hindia. Deleng merupakan kata lain Gunung dalam bahasa daerah Karo.

Gunung Sibuaten, hampir dilupakan sebagai nama bersejarah dari orang Karo, sampai saat ini populer disebut "Deleng Sibuatan" dan seolah-olah nama Sibuaten itu sudah asing bagi kita orang Karo pada umumnya. Padahal jelas banyak desa disekitar kaki Gunung yang terganggu dengan Gunung tersebut, misalnya Sumber Air bersih dan irigasi, udara sejuk dan pemandangan alam yang sangat mempesona. Dahulu, ada istilah "Ture-Ture Deleng Sibuaten", mengartikan kawasan "Kuta" desa yang berada dikaji Gunung Sibuaten yang kehidupannya tergantung dengan Gunung, Khususnya Air.

Gunung Sibuaten juga merupakan "batang Hari", penentu Turun tidak nya hujan, cerita ini didapat dari penggembala kerbau, jika di Gunung Sibuaten Sudah gelap atau mendung akan sampailah hujan dikawasan desa sekitar. Dahulukala daerah ini adalah daerah yang sangat makmur, ditandai degan hasil sawah ya g berlimpah, ternak yang banyak. Dengan demikian kawasasan Sibuaten ini merupakan kawasanan "Lumbung Padi" di Kabupaten Karo.

Gunung Sibuaten menjadi garis batas antara kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi, walaupun sebagian besar masuk ke kawasan Kabupaten Karo. Gunung Sibuaten Melikupi 4 kecamatan di Kabupaten Karo, yakni ; Kecamatan Merek, Tiga Panah, Munte dan Juhar.

Sebagian besar kawasan Sibuaten adalah tergolong masuk kawasan Hutan Lindung, Ada belasan desa yang tergolong "Ture Deleng Sibuaten", desa yang berada dipinggirnya atau sekelilingnya. Antara lain; kecamatan Munte : Kutambaru, Sarimunte, Gunung Saribu dan Kabantua; kecamatan Juhar : Pernantin, Tiga Siempat, Sugihen, Lau Lingga, Buluh Pancor dan Lau Lingga, Kecamatan Tiga Panah : Suka Maju (Semangat baru dan Talin Kuta ), Kecamatan Merek : Siosar (Suka Meriah, Bekerah, Simacem), dulunya kawasan ini desa Kacinambun Lama.

Jika dilihat dari letak kota kecamatan, sederetan nama desa ini menjadi kawasan pedalaman atau ujung, padahal ini jelas ada jalur jalan lama atau jalur transportasi lama, dulu menggunakan jalur transportasi Kuda "tapak kuda". Bahkan jalur ini merupakan penghubung antara Etnis Karo, Pakpak, Simalungun dan Toba bahkan dengan Aceh, termasuk suku Gayo, Alas dan Singkil.

Namun belakangan ini Pembangunan jalur jalan raya tidak berkembang atau Pembangunan pun berkembang lambat. Bahakan pelayanan publik juga terbilang lambat, bahkan sebagian desa diatas masih termasuk kawasan desa tertinggal.

Sebagai sebuah solusi, Kawasan "Ture Deleng Sibuaten" ini perlu menjadi kecamatan ke 18 di Kabupaten Karo. Dan pengusulan jalur "tapak Kuda" menjadi jalan Alternatif Jalan Provinsi, yakni; dari Merek tembus Tiga Lingga melalui Kuta Mbaru. Rute nya sebagai berikut: Dari Merek masuk ke Pertibi Tembe - Siosar - Suka Maju - Kabantua - Kuta Mbaru - Pernantin - Buluh Pancor - Lau Lingga, tembus ke Tiga Lingga kabupaten Dairi. Dengan demikian Jalur tersebut otomatis menjadi jalur alternatif lintas provinsi.
Adapun desa yang strategis menjadi ibu kota Kecamatan adalah Desa Kutambaru. Jalur penghubung antara desa juga bisa menjadi prioritas Pembangunan, pengembangan potensi pertanian dan pelestarian kawasan hutan serta pengembangan Pariwisata dan Industri kreatif.
#wacana untuk kita kembangkan bersama. 
Post a Comment

Post Top Ad