Kapolda Sumut Baru Orang Papua, Istrinya Boru Pasaribu, Ini Profilenya - KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

3 June 2017

Kapolda Sumut Baru Orang Papua, Istrinya Boru Pasaribu, Ini Profilenya

 Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menjadi Kapolda Sumut 
Riong MedanKapolri menugaskan putra Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menjadi Kapolda Sumut menggantikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, berdasarkan TR nomor ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017.

Paulus Waterpauw diketahui baru sebulan setengah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri. Hal ini tentunya sebuah kejutan karena ia dipercaya pimpinan untuk menjadi pucuk pimpinan di Polda Sumut.

Dikutip dari Wikipedia, suami dari Roma boru Pasaribu ini, sudah dua kali menjabat Kapolda, yakni Kapolda Papua Barat, Desember 2014-Juli 2015, dan Kapolda Papua dari Juli 2015-April 2017. Paulus juga pernah menjadi Wakapolda Papua mulai dari Oktober 2011-Desember 2014.

Dalam TR Kapolri tanggal 2 Juni 2017 tersebut, ada 109 pejabat yang dimutasi, satu pejabat yang cukup menonjol pergeserannya TR Kapolri tanggal 2 Juni 2017 tersebut, ada 109 pejabat yang dimutasi, satu pejabat yang cukup menonjol pergeserannya adalah kursi Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Anas Yusuf, yang digeser menjadi Analis Utama di Lemdiklat.

Sementara posisi Irjen Paulus Waterpauw sebagai Wakabaintelkam diisi
oleh Brigjen Lucky Hermawan yang saat ini duduk sebagai Karo Renmin
Baintelkam.

Kemudian, Kapolda Maluku Utara diserahkan oleh Brigjen Tugas Dwi
Aprianto kepada Brigjen Achmat Juri. Tugas naik pangkat jadi Irjen
sebagai Sahli Sosbud Kapolri.

Selain itu juga ada empat kursi Wakapolda yang akan diserahterimakan. Mereka yakni Wakapolda Sulsel dari Brigjen Gatot Eddy Pramono kepada Brigjen Mas Guntur Laupe.

Begitupula Wakapolda Jatim Brigjen Gatot Subroto yang akan diganti oleh Brigjen Awan Samodra. Wakapolda Maluku dari Brigjen Musa Ginting kepada Brigjen Daniel Pasaribu

Dan, Wakapolda Kalsel dari Kombes Ade Rahmat Suhendi akan diserahkan kepada Kombes Nasri.

Irjen.Pol.Drs.Paulus Waterpauw lahir di Fakfak, 1963, usia 10 tahun dia pindah ke Kota Surabaya. Dia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1987. Lulus Sespim, Paulus Waterpauw kembali ke tanah kelahirannya dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Mimika, saat di sana kerap terjadi perang suku. Tak lama setelah bertugas di Mimika, konflik dua warga pun reda. Dua tahun menjabat Kapolres Mimika, kemudian dipercaya menjabat Kapolresta Jayapura.

Riwayat Pendidikan :
Akpol (1987)
PTIK (1996)
Sespim (2002)
Lemhanas (2014)

Pendidikan umum
SD (1976)
SMP Negeri 6 Surabaya(1980)
SMA Negeri 5 Surabaya (1983)

Pendidikan Kejuruan 
Daspa Intel (1996)
Palan Intel (1997)
Pa Opsnal Intel (1999)

Tanda Kepangkatan
Inspektur Polisi Dua (1987)
Inspektur Polisi Satu (1990)
Ajun Komisaris Polisi (1993)
Komisaris Polisi (1998)
Ajun Komisaris Besar Polisi (2003)
Komisaris Besar Polisi (2006)

Brigadir Jenderal Polisi (2011)
Inspektur Jenderal Polisi (2015)

Riwayat Jabatan dan Penugasan 
Pamapta Polresta Surabaya Timur Polda Jatim : 08-12-1987
Wakasat Serse Polresta Surabaya Timur Polda Jatim : 27-12-1988
Kanit Interkrim Sat IPP Polwiltabes Surabaya Polda Jatim : 12-12-1990
Kasat Intelpam Polres Mojokerto Polda Jatim : 02-12-1992
Kasat Ops Puskodalops Polda Kalteng : 27-12-1997
Paban Muda Pada Paban IV/Kam Sintel Polri : 21-12-1998
Kapolsek Metro Menteng Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya : 01-04-2000
Kapuskodal Ops Polres Jakarta Pusat : 01-12-2000
Wakapolres Tangerang Polda Metro Jaya : 05-09-2001
Pamen Sespim Dediklat Polri: 08-05-2002
Kapolres Mimika Polda Papua : 14-12-2002
Kapolres Jayapura Kota Polda Papua : 21-10-2005
Direskrim Polda Papua : 17-02-2006
Penyidik Utama TK II Dit III/Kor dan WWC Bareskrim Polri : 13-02-2009
Widyaiswara Madya Sespim Polri : 24-08-2010
Widyaiswara Madya Sespim Polri : 29-09-2010
Wakapolda Papua : 19-10-2011
Kapolda Papua Barat : 19-12-2014
Kapolda Papua : 30-07-2015
Wakabaintelkam Polri : 18-04-2017

Tanda Jasa
Bintang Bhayangkara Nararya
Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun
Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun
Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun
Satya Lencana Jana Utama
Satya Lencana Dwidya Sistha
Satya Lencana Dharma Nusa. (Utn/t)arta, kemarin.

Golongan kedua, orang yang berpuasa semata untuk menunaikan kewajiban. Ia berpuasa dalam kerangka menyelesaikan kewajiban, yang penting puasa.

Kata Sekjen, tipe kedua ini sejatinya sudah memperoleh pahala, karena niatnya sudah betul, yaitu, melaksanakan puasa untuk menghilangkan kewajiban.

“Ia sudah melakukan puasa, tetapi hanya sebatas sampai menggugurkan kewajiban,” kata Sekjen.

Golongan terakhir atau ketiga, puasa bagi para perindu ibadah, ini puasa menurut orang-orang tasawuf. Nur Syam meyakini di lingkungan kita ada orang-orang yang melakukan puasa pada tipologi ketiga ini. Orang dengan dimensi jiwa tasawuf, ketika ia berpuasa, maka hanya Allah Swt yang hadir disitu.

“Tipe puasa ketiga ini, adalah tipe puasa para ahli Tasawuf, ia berpuasa hanya untuk dan demi Allah Swt,” ujar Sekjen.
Mushala Al-Salam yang berada di lantai II ini, selama bulan Ramadlan setiap usai dzuhur berjamaah dilanjutkan dengan menggelar tausyiah Ramadlan dengan penceramahnya di antaranya Menteri Agama, Sekjen, dan pejabat di lingkungan Setjen. (lintaspublik) 
Post a Comment

Post Top Ad