KDMPB Serap Aspirasi Petani Jagung di Bintang Meriah - KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

11 June 2017

KDMPB Serap Aspirasi Petani Jagung di Bintang Meriah

Foto KDMPB bersama Ibu M Br Ginting di Ladang Jagung Desa Bintang Meriah
Riong Medan - Rasa kepedulian terhadap masyarakat terus digalakkan oleh Komunitas Diskusi Mahasiswa Pecinta Bangsa (KDMPB). Hal tersebut diwujudkan dengan melakukan kunjungan dalam rangka menyerap aspirasi dan keluhan warga desa.

Bila beberapa waktu lalu KDMPB telah melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi dalam rangka menyerap informasi terkait kerusakan jalan, kali ini kunjungan kembali dilakukan di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Kutabuluh Simole, Kabupaten Karo.

Dalam kunjungan kali ini, KDMPB diwakili oleh Hanaria Sitepu yang menemui petani jagung Ibu M Br Ginting. Melalui perbincangan dengan Ibu Br Ginting, Hanaria Sitepu banyak mendapatkan informasi seputar suka dan duka petani jagung di desa tersebut. 

Menurut penuturan perempuan setengah baya tersebut, dirinya telah menjadi petani jagung sejak menikah, kira-kira tiga puluh tahun silam. “Selama ini saya dan banyak warga desa Bintang Meriah memilih bercocok tanam jagung karena budidaya tanaman ini tidak begitu rumit. Tanaman jagung hanya membutuhkan beberapa kali pemupukan saja, serta beberapa kali pemompaan hingga nanti tananaman jagung telah siap untuk dipanen. Ini sangat berbeda halnya ketika menanam jeruk atau cabai,” ujarnya.

Ditanya terkait kendala bercocok tanam jagung selama ini, Beru Ginting mengatakan faktor harga yang selalu menjadi kendala utama. “Kadang harga jagung tidak sesuai dengan karapan kami, contohnya baru-baru ini harga jagung ditingkat pembeli Rp2800 per kg. Dengan harga segitu, petani akan rugi. Apalagi akhir-akhir ini tanaman jagung kami juga kerap diserang hama hawar daun yang menyebabkan hasil panen semakin menurun,” ujarnya.

Beru Ginting berharap, apabila harga jagung dapat dinaikkan, tentu para petani juga akan hidup lebih sejahtera, dan dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari, serta biaya menyekolahkan anak-anak.

Saat disunggung terkait harga bibit dan pupuk yang akhir-akhir ini juga kian semakin mahal. Ibu M Br Ginting tidak mempermasalahkan hal tersebut apabila harga jual jagung tetap stabil.

Terkait cuaca, Beru Ginting juga tidak terlalu banyak mengeluhkan. “Masalah cuaca ini kan sudah diatur yang diatas, tapi sekarang salah satu masalah adalah erupsi Gunung Sinabung. Abu vulkanik yang kerap datang membuat tanaman jagung kurang bagus atau kurang subur,” ujarnya.

Ibu Beru Ginting turut berharap agar pemerintah dapat menetapkan harga jual jagung yang lebih tinggi lagi, selebihnya pemerintah juga diharapkan dapat memberikan bantuan-bantuan kepada petani. “Contoh bantuan dapat berubapa bibit gratis,” tutupnya. (sipayo)


Post a Comment

Post Top Ad