Maling Kentang ‘Medate Dibal-bal Warga’ di Desa Kuta Tengah Kecamatan Simpang Empat, Karo - KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

5 June 2017

Maling Kentang ‘Medate Dibal-bal Warga’ di Desa Kuta Tengah Kecamatan Simpang Empat, Karo


Riong Medan  - Tiga dari empat orang diduga komplotan maling kentang milik warga terdampak erupsi gunung sinabung pasrah mandi darah akibat amukan massa, Minggu, (4/6/2017), di Lingkar Sinabung, persisnya Desa Kuta Tengah Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumut. Amarah warga turut membakar transport tersangka jenis mobil angkot  Kama BK 1344, nomor pintu samping 888 hingga hangus.

Informasi dari sejumlah warga, ketiga diduga tersangka yakni berinisial  X1, X2 dan X3 yang masing-masing mengaku warga seputaran Kecamatan Berastagi, Karo, tersebut, dinyatakan masih bernasib mujur. Karena jika pihak Polsek Simpang Empat tidak segera tiba di TKP, ucapa warga, komplotan maling kentang tersebut dinyatakan pasti hangus terbakar berikut mobil yang digunakan sebagai transport melancarkan aksi pencurian.

Emosi yang membara itu, sambung warga, didasari bahwa aksi yang serupa telah terjadi berulang-ulang yang diduga kuat dilakoni komplotan yang sama. Bahkan pelaku yang sering beraksi malam hari tersebut pernah memanen habis tanaman kentang milik warga hingga berdampak ke biaya sekolah anak yang berujung isak tangis. Menurut mereka (warga), sikap itu dianggap terlalu sadis mengingat situasinya yang belum lama pulang dari posko pengungsian.

“Ini terlalu pahit buat kami pak, karena situasi kamipun masih tergolong dirudung duka akan tekanan erupsi yang setiap saat dapat melumpuhkan hasil cocok tanam kami bahkan merenggut jiwa dan raga kami. Logikanya, sampai saat ini kami tetap berharap motivasi dari seluruh lapisan, pemerintah dan elemen masyarakat agar tidak defresi menghadapi situasi. Tapi fakta yang kami terima selama ini justru berbalik gagang.

Anggap saja mencuri itu sudah profesi mereka, tapi, haruskah kami jadi sasarannya? Jauh-jauh mereka dari Berastagi sana hanya untuk menghancurkan kami, karena jika dipikir-pikiri aksi itu tidak lagi sekedar mengambil keuntungan, tapi kesannya ada unsur kesengajaan untuk melumpuhkan kehidupan kami. Mengingat sikap tega para komplotan maling hasil tani itu, akhir-akhir ini kami menyusun strategi untuk mengungkapnya,” tukas warga sedih secara bergantian.

Lanjut warga, Alhasil, tuhan mendengar doa kami, setelah berkali-kali kami gagal melakukan pengendapan bertujuan  menjebak grup pencuri yang baik hati itu, akhirnya tembus juga. Mereka terjebak pagi tadi, Minggu, (4/6/2017), ketika komplotan maling hendak mengangkut kentang hasil aksinya tadi malam. Namun, salah satu dari antara mereka berhasil meloloskan diri dari kejaran ratusan warga desa.

Lagi pengakuan warga, ketika kami mendesak siapa oknum sebagai penunjuk jalan yang mengetahui kondisi layak panen cocok tanam di wilayah tersebut, ketiga warga secara bergantian mengakui bahwa aktor dibelakang mereka adalah warga Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat, Karo. “Justru itu, kami sangat berharap kiranya piohak Polres Tanah Karo serius mengungkap oknum-oknum yang telah berperan aktif dalam aksi kejam ini terhadap kami,” harap warga.

Sementara itu, Kapolsek Simpamg Empat, AKP. Nazrides kepada Metropublika, Sabtu, 94/6/2017) sekira pukul 23.30 wib, via selulernya membenarkan adanya peristiwa dugaan pencurian di Desa Kuta Tengah Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumut. Kapolsek mengaku bahwa pihaknya telah mengamankan 3 (tiga) orang diduga tersangka yang sempat diamuk massa guna proses hukum. (RED-01-LAMS/THAMS). (metropublika)
Post a Comment

Post Top Ad