MIGRASI ORANG KARO KE KAWASAN MELAYU MENURUT SUMBER KARO ( Dipetakan Dalam Disertasi Prof.Dr.Daniel Perret) - KARO GAUL

Karo Gokil

Post Top Ad

7 June 2017

MIGRASI ORANG KARO KE KAWASAN MELAYU MENURUT SUMBER KARO ( Dipetakan Dalam Disertasi Prof.Dr.Daniel Perret)


Penelitian tentang jalur migrasi ke pesisir timur Sumatera sudah dilakukan oleh peneliti Prancis Daniel Perret dan dituangkan dalam disertasinya yang diterbitkan dalam bahasa Prancis di Paris tahun 1995. Dengan dana dari EFEO Prancis disertasi ini 15 tahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, diterbitkan Gramedia tahun 2010 dengan judul "Kolonialisme dan Etnisitas. Batak dan Melayu di Sumatera Timur Laut".

Dalam disertasi ini ada dua peta jalur migrasi Karo ke pantai timur, satu migrasi marga dan kedua jalur perjalanan tokoh Karo, seperti Guru Patimpus, Si Emblang Pinggol, Si Mbelang Cuping dan Si Sembiring Meliala. Daniel Perret keluar masuk desa desa Karo selama bertahun tahun untuk mengumpulkan berbagai sejarah lisan migrasi orang Karo. Dia juga menggunakan sejumlah teks seperti Pustaka Kembaren, Pustaka Ginting, Riwayat Hamparan Perak, Hikayat Deli, tulisan Brahma Putro, Tengku Lukman Sinar, T.Lah Husni termasuk peneliti Belanda J.H. Neumann.

Semua uraian ini menjelaskan bahwa migrasi dilakukan ke tempat atau wilayah pesisir yang telah ada hunian sebelumnya, yakni ruang hidup orang Melayu yang muslim. Pada bagian lain bukunya, saat pembahasan era terbentuknya Urung/Kedatuan, akan terlihat makin intensifnya hubungan Melayu-Karo, baik dalam tautan hubungan kuasa politik, ekonomi, genealogi, agama, perkawinan, persahabatan dan konflik. Jelas sekali Melayu bukan Karo dan Karo bukan Melayu. Tapi keduanya ada persinggungan dan pernah hidup dalam ruang yang sama , disebabkan oleh alasan alasan yang ada di dalam sejarah.

Di era dua puluh tahun belakangan ini (pasca penelitian Daniel Perret) hubungan Melayu dengan Karo mengalami pergeseran dari era sebelumnya. Termasuk tafsir atas sejarah masa lalu keduanya. Kini keduanya memasuki era baru berkaitan dengan kebangkitan identitas etnik dan agama yang mau tidak mau muncul dari generasi baru kedua etnik.
Buku Daniel Perret ini harusnya dimiliki oleh siapa saja yang ingin membahas hubungan Karo dengan Melayu di masa lalu agar hubungan hubungan masa kini dan masa datang bisa dibangun atas dasar pijakan sejarah yang kredibel.

Mengingat sumber sumbernya yang kaya, rujukan ke buku ini akan menghasilkan diskusi yang cerdas yang menghindari kita melakukan debat kusir atas dasar angan angan atau sumber yang tidak jelas. Dua peta dari disertasi itu dengan ini dilampirkan.

Jika ada sumber sumber lain yang kredibel, sesuai dengan prinsip kajian ilmiah, tentu sumber sumber itu akan bermanfaat baik untuk mengoreksi ataupun memperkaya disertasi Daniel Perret ini.

Daniel adalah ilmuwan kaliber internasional yang dengan tekun selama lebih 30 tahun melakukan penelitian di Sumatera Utara atas dasar sumber lisan, tertulis bahkan melakukan penggalian arkeologis, sampai sekarang. Selama 6 tahun belakangan ini dia melakukan eskavasi di Situs Kota China Medan dan sekarang melakukan analisis atas temuan temuan arkeologis dengan menggunakan metode terbaru, termasuk tes laboratorium atas tulang belulang yang ditemukan di Kota China. (Ichwan Azhari). 
Post a Comment

Post Top Ad