Powered by Blogger.

9 August 2017

Tag:

Denny Siregar : Zaman Sudah Berubah Sayang

Delva Tarigan
"Den, gua sekarang jualan rendang. Kalau mau pesan, lewat go-food aja ya.." Begitu temanku mengirim pesan. Wah hebat. Itu adalah produk kelimanya sesudah dia jualan nastar, sambal dan beberapa produk lagi.

Dia tidak butuh biaya lebih untuk membuka rumah makan. Tidak butuh investasi alat, gaji dan segala macam tetek bengek yang harus dibayar orang ketika sedang lapar.

Temanku cukup membuka teras rumahnya, pasang plang "jual rendang, menerima pesanan melalui Go-food", mendaftarkan makanannya di aplikasi dan - taraaa - dia sudah jualan.

Selebihnya dia beriklan di facebook, twitter, IG dan segala macam dunia media sosial yang saya suda gak hapal namanya. Taruhan dia hanya di enak atau tidak enak rasa rendangnya saja dan untuk itu dia menjamin rasanya - kecap selalu nomer satu hehe.

Apakah ini yang dinamakan disruptive innovation ?
Disruptive innovation pertama kali dicetuskan oleh Clayton Christensen dan Joseph Bower tahun 1995. Artikel mereka pada waktu itu diberi judul "Disruptive Technologies : Catching the Wave".

Arti harfiah dari disruptive sendiri adalah "mengganggu". Jadi disruptive innovation kira2 berarti innovasi yang mengganggu.

Siapa yang diganggu ? Ya jelas model yang sudah mapan selama ini.
Seperti yang dilakukan temanku, innovasi dia mengganggu model restauran mapan yang mengandalkan tempat dan pelayanan. Temanku memotong biaya2 tinggi dengan langsung bertemu konsumen, melalui fasilitas online.

Apakah restauran2 itu merasa terganggu ?
Tentu tidak secara langsung sekarang. Tetapi mungkin berasa 5 tahun lagi ketika budaya makan diluar digantikan makan dirumah karena malas keluar sebab macet. Apalagi dunia semakin hari semakin dekat ditangan.

Dulu pun toko online dipandang sebelah mata karena "lebih enak langsung liat barangnya di toko.." atau "lebih percaya sama toko yang sudah gua kenal". Buktinya sekarang, Glodok pun anjlok dihantam penjualan online.

Saya akhirnya harus paham ketika makan di sebuah restauran yang hanya dihadiri oleh beberapa pengunjung, tapi tukang gojek antri mengambil pesanan. Pikiran saya waktu itu, "Kasihan petugas delivery, pasti bentar lagi dipecatin karena lebih murah pake go-food."

Saya membayangkan betapa innovasi yang mengganggu ini sudah menjatuhkan banyak model usaha yang dulu dianggap besar. Seperti misalnya jualan ensiklopedia yang hancur kena wikipedia atau google.

Atau seperti keluhan adikku yang biasa jualan rumah di Era property, harus bertarung dengan situasi dimana pemilik rumah ingin menjual sendiri, begitu juga pembeli lebih nyaman milih2 lewat online.

Dia yang selama ini bergantung pada komisi, pelan-pelan akan menghilang ditelan zaman. Mungkin - ini mungkin ya - satu waktu kita tidak perlu lagi diwakili oleh anggota DPR yang selalu kegeeran merasa menjadi wakil kita. Cukup kita mewakili diri sendiri melalui online.

Dengan begitu gada lagi yang model Habiburokhman yang lewat semanggi aja nyasar...
Kopiku dah habis. Saatnya bobo ah dah malam.. 

About willem andrea

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.