Pesta Budaya Mejuah-juah Tahun Ini Kurang Mengesankan


Riong Medan - Pesta Budaya Mejuahjuah yang dilaksanakan di Berastagi menyisakan beragam kesan.Mulai dari Wakil Gubernur, Dr Hj Nurhajizah Marpaung saat membuka Pesta Budaya Mejuah-Juah, Kamis (26/10/2017) di Taman Mejuah-Juah Berastagi,mantan pejabat, seniman dan warga setempat memberikan komentar.Umumnya penyelenggaraan hajatan yang diketuai Kadis Budpar Karo Ir Mulia Barus M.Si itu dicap kian merosot.

Wakil Gubernur, Dr Hj Nurhajizah Marpaung yang memantau lokasi tersebut mengatakan akan membangun infrastrukstur disana. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memperbaiki beberapa fasilitas penunjang bagi pengunjung yang datang.Ia pun mengingatkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk segera mengerjakan perbaikan di Taman Mejuah-juahseperti tempat duduk open stage, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan sekaligus pengadaan fasilitas untuk anak-anak.” Kita agendakan perbaikan fasilitas publik mulai November nanti. Saya minta Kadisbudpar mengerjakannya, kalau tidak dimulai November nanti, kita ganti saja Kadisnya,” tegas Nurhajizah.

Tak kalah sengitnya komentar mantan Kadis Budpar Karo Majawijaya Ginting SH. ” Lebih sukses dahulu karena banyak pihak terlibat memberikan saran dan masukan.Sekarang ada yang memberikan saran dan masukan tidak diindahkan,” ujarnya, saat dimintai komentarnya.

Demikian juga komentar pengusaha terkenal Robin Sitepu.Event, objek, program dan termasuk potensi wilayah harus diperbaiki.” Sekarang ini sporadis dengan perencanaan tak jelas. Maka sejak lama saya usulkan agar dibenahi tata ruang wilayah Karo,” ujarnya

Tania Depari yang kerap mengikuti kegiatan tahunan ini malah dalam bahasa daerah menyatakan penurunan kualitas acara mengarah kemersotan.” Enggo reh murdeina bang ( makin merosot dalam bahasa Karo). Kalau dulu masih ada yang dibanggakan ,tapi sekarang warga desa saja malas datang.Karena yang dimainkan musik kibot tunggal,” ujarnya.

Simpai Sinulingga dan Coks Pranata juga menyoroti penyelenggaraan acara ini. ” Pesta budaya Karo ternyata pesta band ,”ujar pegiat budaya ini.Sedangkan Coks Pranata menimpalidengan mengatakan tak seindah masa dulu bang, sekarang ada dusta disana,”ujarnya.

Informasi yang disampaikan ke redaksi, rundown acara kacau balau. banyak kegiatan yg seharusnya ditonjolkan malah di kesampingkan.Sanggar budaya harus mengemis menampilkan pertunjukan budaya seperti Gundala-gundala dan Ndikkar.

Sampai saat ini, sektor pariwista yang digaungkan ke seluruh nusantara belum dikelola dengan baik dan profesional.Bahkan ada pengunjung membandingkan dengan daerah lain di Sumut jauh lebih maju dengan tingkat kunjungan turis dengan grafik menaik.

Pernyataan Ketua PHRI Karo Dickson Pelawi di awal acara menyebutkan, penataan acara tersebut tidak mempertimbangkan faktor lain. ” Sor sendirilah Pemkab Karo dalam melaksanakan acara tahunan ini.Mudah-mudahan ini pembelajaran yang bernilai kepada mereka,”ujarnya. 

Sumber web : tribunmerdeka.com

Pages